Untuk Menyambut Ulang Tahun Surgaklik pada tanggal
23 Agustus 2013,
Kami berikan anda Rp. 3.000.000,- Gratis hanya
dengan melakukan hal simpel saja. Syarat Utama:
1. Anda harus menjadi Member Surgaklik
2. Anda terdaftar di Forum Surgaklik
3. Anda tergabung di FB Grup Surgaklik https:// www.facebook.com/groups/124418461066300/ 4. Anda harus memiliki Blog (blogspot ) Caranya:
1. Buat sebuah postingan khusus di blog anda tentang
Surgaklik. Baik itu Cara Kerja, Panduan, TOS, dll.
Semakin bagus dan lengkap postingan anda, semakin
besar kemungkinan anda menang.
2. Anda boleh mencantumkan link referral anda pada
postingan anda tersebut. Ikut kuis, sekalian cari
referral untuk anda sendiri
3. Jika anda membuat blog khusus tentang Surgaklik,
kesempatan menang anda semakin besar. Buat
sebuah blog khusus tentang Surgaklik, misal
PTCSurgaklik.blogspot.com 4. Berikan rate anda tentang Surgaklik di http:// ptcwatch.net/programs.php?m=details&id=20 sebagai bentuk kecintaan kita kepada web kita ini.
Anda bebas melakukan rate, Good, Very Good, Bad
atau Very Bad
5. Kirim Username anda dan link Postingan anda
tentang surgaklik ke : ahmadsaifulmujab@rocketmail.com Hadiah:
1. Kami berikan hadiah sebesar Rp. 20.000,- (Kami
tambahkan ke saldo akun anda) untuk 50 orang
pemenang pertama, total Rp. 1.000.000,-
2. Kami berikan sebesar Rp. 20.000,- (Kami
tambahkan ke saldo Pasang anda) untuk 50 orang
kedua total Rp. 1.000.000,- 3. Kami berikan sebesar Rp. 20.000,- (Kami
tambahkan ke saldo Rental anda) untuk 50 orang
ketiga total Rp. 1.000.000,- 4. Total ada 150 Pemenang dan Total hadiah Rp.
3.000.000,- Waktu:
1. Promo ini dibuka pada tgl 04 Juni 2013 dan berakhir
pada 23 Agustus 2013
2. Waktu yang lama akan memberikan kesempatan
lebih besar kepada anda Mulai dari sekarang dan jadilah salah satu
pemenangnya!!
KLIK DISINI UNTUK MENDAFTAR
Rabu, 05 Juni 2013
kurdi
bangsa Kurdi termasuk bangsa yang kurang beruntung. Bahkan, Kurdi disebut sebagai bangsa tragis akibat karakter geografis, sentimen tribalisme, tirani, dan kolonialisme. Tragedi bangsa Kurdi itu pun kemudian dikenal dengan nama “problem Timur”. Ironinya, problem Kurdi sering kali dilupakan, diabaikan. Tidak ada pembelaan terhadap bangsa Kurdi, bahkan dijadikan komoditas politik kekuatan regional maupun internasional untuk tujuan politik tertentu. Walau kartu Kurdi dipakai, sama sekali tanpa ada niat tulus dari siapa pun untuk mencari solusi yang adil soal eksistensi bangsa Kurdi. Karena itu, tidak heran jika Kurdi pun seperti duri dalam daging bagi setiap pemerintah pusat di negara-negara modern saat ini, seperti Turki, Irak, Iran, dan Suriah. Negara-negara itu juga sepakat mencegah dengan segala cara berdirinya negara Kurdi yang berdaulat di mana pun. Negara-negara itu beralasan, jika Kurdi memiliki negara sendiri di salah satu wilayah negara tersebut, hal itu akan mengobarkan nasionalisme seluruh bangsa Kurdi. Selanjutnya, hal ini bisa mengancam kekuasaan mereka pada wilayah Kurdi di negara masing- masing. Bahkan, ada kesepakatan tidak tertulis di antara Turki, Iran, Irak, dan Suriah untuk mencegah lahirnya negara Kurdi walau pada saat bersamaan mereka bisa menggunakan kartu Kurdi untuk mengganggu negara tetangga yang lain. Misalnya, Iran atau Turki sering menggunakan kartu Kurdi Irak untuk menggoyang pemerintah pusat di Baghdad, dan demikian juga sebaliknya. Ada beberapa faktor yang membuat bangsa Kurdi terserak-serak dan gagal mewujudkan impian untuk memiliki negara sendiri. Pertama, kentalnya sentimen kesukuan yang membuat bangsa Kurdi tidak pernah bersatu secara kebangsaan. Hal ini menyebabkan sulitnya lahir seorang pemimpin Kurdi yang bisa menyatukan bangsanya. Walau memiliki satu identitas, yakni Kurdi, kelompok ini juga terbagi-bagi lagi ke dalam berbagai suku. Kedua, Kurdi menjadi korban kediktatoran pemerintah pusat di negara-negara di mana bangsa Kurdi berada menyusul pembagian pasca- Perang Dunia I. Ketiga, kolonialisme turut merobek-
robek kesatuan bangsa Kurdi. Bahkan, kolonialisme memanfaatkan sentimen kesukuan di antara kelompok Kurdi untuk mengadu domba sesama bangsa Kurdi. Para pemerintah diktator yang menaungi bangsa Kurdi itu, misalnya, tidak mengakui eksistensi bangsa Kurdi. Pemerintahan diktator itu juga menolak eksistensi bahasa Kurdi di negaranya. Turki, Iran, dan Irak yang memiliki warga Kurdi dalam jumlah besar juga tidak mengakui keberadaan bangsa Kurdi di dalamnya. Pemerintahan di negara-negara tersebut bersikukuh hanya satu bangsa, budaya, dan bahasa di negara mereka. Jika realitas sosial di negara-negara itu ada banyak budaya dan bahasa, maka yang diakui hanya satu dan yang lain harus disingkirkan. Kurdi selalu menjadi korban. Itulah realitas politik yang dihadapi bangsa Kurdi di Turki, Iran, Irak, dan Suriah. Pendiri Turki modern, Mustafa Kemal Ataturk, misalnya, menolak mengakui keberadaan bangsa Kurdi di Turki serta melarang bahasa Kurdi diajarkan di sekolah-sekolah. Ataturk menolak menyebut nama Kurdi dan menamakan bangsa Kurdi di Turki sebagai bangsa Turki pegunungan. Sensus penduduk di Turki sampai saat ini menjuluki kelompok yang ada di Turki sebagai Kurdi Turki pegunungan. Saddam Hussein di Irak tidak kalah brutalnya dibandingkan dengan Kemal Ataturk. Saddam bahkan pernah melakukan aksi pembumihangusan
atas 1.000 desa Kurdi dan menyebarkan penduduk desa-desa tersebut ke seluruh penjuru Irak. Ada juga kasus pembantaian terhadap warga Kurdi di Halabjah, Irak, tahun 1988, dengan menggunakan bom kimia. Ini merupakan salah satu perbuatan terkeji Saddam Hussein terhadap warga Kurdi. Sebidang tanah merdeka di sebelah utara Iraq, itulah yang dijanjikan armada teror Bush dan Blair kepada bangsa Kurdi. Syaratnya, mereka membantu keduanya mengerubuti Iraq. Selain janji menggiurkan itu, menghancurkan rezim Saddam merupakan warisan dendam masa lalu. Diktator Iraq itu pernah membantai lebih dari seribu bangsa Kurdi tahun 1982. Ironisnya, senjata kimia yang digunakan Saddam kala itu dipasok Amerika lewat tangan Donald Rumsfeld, kini menteri pertahanan AS yang waktu itu orang penting dalam pemerintahan Ronald Reagan. Di mata dunia, Kurdi adalah potret etnis yang malang. Mereka tercerai-berai di seantero empat negara berbeda: Turki, Suriah, Iraq dan Iran. Sedihnya lagi, karena minoritas di keempat negara itu, sering kali kepentingan bangsa Kurdi diabaikan oleh pemerintah masing-masing negara tempat mereka berdiam. Akibatnya gampang ditebak, mereka ingin memisahkan diri dari negara induk masing-masing lalu mendirikan negara Kurdi. Tentu saja keinginan mereka, yang dinilai sebagai gerakan separatisme, segera ditentang oleh pemerintah masing-masing negara. Bahkan tidak hanya ditentang, tetapi juga ditumpas. Itulah yang menyebabkan Saddam membumihangus kawasan utara yang didiami Kurdi. Amerika dan koalisinya membuat aturan zona larangan terbang di langit Iraq kawasan ini. Alhasil, di masa kini suku Kurdi tergolong sebagai suku bangsa yang tertindas di negeri sendiri. Padahal, kalau melihat catatan sejarah Islam, akan kita temukan adanya pahlawan besar Islam yang bernama Shalahudin Al-Ayubi yang notabene beretnis Kurdi. Juga ada Ibnu Taimiyah, ulama besar yang kesohor dari suku Kurdi. Dengan kata lain salah seorang anak suku Kurdi pernah menjadi orang yang sangat berjasa pada dunia Islam. Namun kini anak keturunan Shalahudin dan Ibnu Taimiyah bernasib malang, ditindas di negeri-negeri berpenduduk mayoritas Islam di Timur Tengah.
robek kesatuan bangsa Kurdi. Bahkan, kolonialisme memanfaatkan sentimen kesukuan di antara kelompok Kurdi untuk mengadu domba sesama bangsa Kurdi. Para pemerintah diktator yang menaungi bangsa Kurdi itu, misalnya, tidak mengakui eksistensi bangsa Kurdi. Pemerintahan diktator itu juga menolak eksistensi bahasa Kurdi di negaranya. Turki, Iran, dan Irak yang memiliki warga Kurdi dalam jumlah besar juga tidak mengakui keberadaan bangsa Kurdi di dalamnya. Pemerintahan di negara-negara tersebut bersikukuh hanya satu bangsa, budaya, dan bahasa di negara mereka. Jika realitas sosial di negara-negara itu ada banyak budaya dan bahasa, maka yang diakui hanya satu dan yang lain harus disingkirkan. Kurdi selalu menjadi korban. Itulah realitas politik yang dihadapi bangsa Kurdi di Turki, Iran, Irak, dan Suriah. Pendiri Turki modern, Mustafa Kemal Ataturk, misalnya, menolak mengakui keberadaan bangsa Kurdi di Turki serta melarang bahasa Kurdi diajarkan di sekolah-sekolah. Ataturk menolak menyebut nama Kurdi dan menamakan bangsa Kurdi di Turki sebagai bangsa Turki pegunungan. Sensus penduduk di Turki sampai saat ini menjuluki kelompok yang ada di Turki sebagai Kurdi Turki pegunungan. Saddam Hussein di Irak tidak kalah brutalnya dibandingkan dengan Kemal Ataturk. Saddam bahkan pernah melakukan aksi pembumihangusan
atas 1.000 desa Kurdi dan menyebarkan penduduk desa-desa tersebut ke seluruh penjuru Irak. Ada juga kasus pembantaian terhadap warga Kurdi di Halabjah, Irak, tahun 1988, dengan menggunakan bom kimia. Ini merupakan salah satu perbuatan terkeji Saddam Hussein terhadap warga Kurdi. Sebidang tanah merdeka di sebelah utara Iraq, itulah yang dijanjikan armada teror Bush dan Blair kepada bangsa Kurdi. Syaratnya, mereka membantu keduanya mengerubuti Iraq. Selain janji menggiurkan itu, menghancurkan rezim Saddam merupakan warisan dendam masa lalu. Diktator Iraq itu pernah membantai lebih dari seribu bangsa Kurdi tahun 1982. Ironisnya, senjata kimia yang digunakan Saddam kala itu dipasok Amerika lewat tangan Donald Rumsfeld, kini menteri pertahanan AS yang waktu itu orang penting dalam pemerintahan Ronald Reagan. Di mata dunia, Kurdi adalah potret etnis yang malang. Mereka tercerai-berai di seantero empat negara berbeda: Turki, Suriah, Iraq dan Iran. Sedihnya lagi, karena minoritas di keempat negara itu, sering kali kepentingan bangsa Kurdi diabaikan oleh pemerintah masing-masing negara tempat mereka berdiam. Akibatnya gampang ditebak, mereka ingin memisahkan diri dari negara induk masing-masing lalu mendirikan negara Kurdi. Tentu saja keinginan mereka, yang dinilai sebagai gerakan separatisme, segera ditentang oleh pemerintah masing-masing negara. Bahkan tidak hanya ditentang, tetapi juga ditumpas. Itulah yang menyebabkan Saddam membumihangus kawasan utara yang didiami Kurdi. Amerika dan koalisinya membuat aturan zona larangan terbang di langit Iraq kawasan ini. Alhasil, di masa kini suku Kurdi tergolong sebagai suku bangsa yang tertindas di negeri sendiri. Padahal, kalau melihat catatan sejarah Islam, akan kita temukan adanya pahlawan besar Islam yang bernama Shalahudin Al-Ayubi yang notabene beretnis Kurdi. Juga ada Ibnu Taimiyah, ulama besar yang kesohor dari suku Kurdi. Dengan kata lain salah seorang anak suku Kurdi pernah menjadi orang yang sangat berjasa pada dunia Islam. Namun kini anak keturunan Shalahudin dan Ibnu Taimiyah bernasib malang, ditindas di negeri-negeri berpenduduk mayoritas Islam di Timur Tengah.
INDONESIA TUH NEGARA BANCI
menurut saya judul di atas sangat relevan dengan kebiasaan bangsa indonesia saat ini ,soalnya saat umat muslim alias sodara2 kita yang ada di negara arab ,seperti irak ,pakistan ,afganistan,lebanon ,suriah sedang di gempur habis2an oleh rusia ,amerika , israel dan juga negara syiah penghianat iran ,bangsa kita hanya menutup mata ,tidak mau ambil bagian dalam menyelamatkan sodara2 kita ,buat apa kita kirim makanan dan pakayan kalo pada akhirnya sodara kita sudah mati ,benda2 itu tidak akan berguna kecuali kita menyelamatkan mereka lebih dahulu .indonesia itu lebih suka menjadi boneka amerika ,di suruh bbm naik, naik.di suruh jongkok, jongkok.disuruh sujud,sujud.
springbreak adalah ritual freemason dan illuminati
springbreak artinya satu wanita milik semua .
Semua wanita yang hadir dalam acara itu dilarang malu ,mereka yang hadir di acara tidak memakai busana .bahkan melakukan hubungan intim di depan umum adalah sesuatu yang lumrah.
Springbreak ini dilakukan seminggu dalam setahun.
Memakai narkoba beramai2.
Hingga banyak yang pingsan bahkan meninggal dunia.
Untuk lihat seperti apa kejadiannya bisa anda lihat di YOUTUBE
Semua wanita yang hadir dalam acara itu dilarang malu ,mereka yang hadir di acara tidak memakai busana .bahkan melakukan hubungan intim di depan umum adalah sesuatu yang lumrah.
Springbreak ini dilakukan seminggu dalam setahun.
Memakai narkoba beramai2.
Hingga banyak yang pingsan bahkan meninggal dunia.
Untuk lihat seperti apa kejadiannya bisa anda lihat di YOUTUBE
Minggu, 02 Juni 2013
CARA BERGABUNG DENGAN BISNIS DBS INDONESIA
1.silakan anda beli HU/hak usaha di
card center kami.
2.silakan langsung aktivasi di tempat anda membeli kartu tadi.
3.untuk upline/sponsor masukan DBS 617452
bila sudah gabung anda bisa PM saya.
Kita bangun kesuksesan kita bersama.
Terima kasih.
card center kami.
2.silakan langsung aktivasi di tempat anda membeli kartu tadi.
3.untuk upline/sponsor masukan DBS 617452
bila sudah gabung anda bisa PM saya.
Kita bangun kesuksesan kita bersama.
Terima kasih.
CARA BERGABUNG DI DFS/DBS
1.silakan anda beli HU/hak usaha di [url=http://www.duta4future.com/cardcenter.php/]card center [/url] kami.
2.silakan langsung aktivasi di tempat anda membeli kartu tadi.
3.untuk upline/sponsor masukan DBS 617452
bila sudah gabung anda bisa PM saya.
Kita bangun kesuksesan kita bersama.
Terima kasih.
2.silakan langsung aktivasi di tempat anda membeli kartu tadi.
3.untuk upline/sponsor masukan DBS 617452
bila sudah gabung anda bisa PM saya.
Kita bangun kesuksesan kita bersama.
Terima kasih.
Langganan:
Postingan (Atom)